Perbandingan Software RentalUpdated 2 Mei 2026

MyRental vs Odoo 2026 — Kenapa Aplikasi Rental Spesialis Lebih Hemat dari ERP General

Odoo butuh consultant Rp 20–100 juta dan 1–3 minggu setup. MyRental siap pakai dalam 5 menit dengan harga Rp 374K/bulan all-in — termasuk WhatsApp, QRIS, dan PPN/PPh otomatis. Inilah perbandingan jujur kapan Odoo masih masuk akal, dan kapan terlalu rumit untuk bisnis rental.

Terakhir diperbarui:
MyRentalRENTAL SPESIALIS
  • Setup 5 menit, zero consultant
  • Mulai Rp 149K/bln (all-in Rp 374K)
  • PPN 11% & PPh 23 otomatis sesuai DJP
  • WhatsApp Managed (+Rp 75K) zero setup
  • QRIS, VA, e-wallet bawaan
  • AI Insight, Customer Tiers, Referral built-in
Coba gratis 14 hari
OdooERP GENERAL
  • Setup 1–3 minggu + consultant Rp 20–100jt
  • Mulai ~Rp 500K/user/bln ($31.10)
  • Tidak ada WhatsApp / QRIS native
  • Modul Rental masih basic — butuh customization
  • 30+ modul untuk multi-divisi (HR, manufaktur, dll)
  • Open-source, bisa self-host (butuh DevOps)

Cocok untuk: enterprise multi-divisi dengan tim IT in-house

Total Cost of Ownership — 3 Tahun

Skenario realistis: bisnis rental UMKM dengan 3 user, butuh fitur rental khas (booking, kontrak, packing slip), pajak Indonesia (PPN/PPh), dan WhatsApp notifikasi. Angka berdasarkan list price Odoo Online dan rate konsultan Indonesia rata-rata.

MyRentalPaket Growth + WA Managed
Setup / consultantRp 0
Langganan (Growth + WA)Rp 374K/bln
Customization rentalTermasuk
PPN/PPh otomatisTermasuk
Storefront onlineTermasuk
WhatsApp gatewayTermasuk
Tahun 1Rp 4,5 jt
Tahun 2Rp 4,5 jt
Tahun 3Rp 4,5 jt
Total 3 tahunRp 13,5 jt
OdooOnline + customization
Setup consultant (20–40 jam)Rp 20–50 jt
Custom rental + WA + e-FakturRp 30–60 jt
Langganan ($31.10 × 3 user)~Rp 1,5jt/bln
Maintenance & trainingRp 5 jt/thn
Tahun 1 (setup + langganan)Rp 70–130 jt
Tahun 2Rp 23 jt
Tahun 3Rp 23 jt
Total 3 tahunRp 116–176 jt

Penghematan 3 tahun: Rp 100–160 juta dengan MyRental — setara 8–12x lebih hemat. Plus zero waktu tunggu (5 menit vs 1–3 minggu) dan compliance pajak Indonesia bawaan tanpa konsultan.

Apa Itu Odoo & Untuk Siapa?

Odoo adalah platform ERP (Enterprise Resource Planning) open-source asal Belgia yang didirikan tahun 2005. Filosofinya: satu sistem terintegrasi untuk semua kebutuhan bisnis — akuntansi, HR, manufaktur, CRM, inventaris, e-commerce, hingga modul rental. Ada dua edisi: Community (gratis, self-host) dan Enterprise (berbayar, fitur lebih lengkap, ada Odoo Online sebagai SaaS).

Odoo punya 30+ modul yang bisa diaktifkan sesuai kebutuhan. Fleksibilitas ini adalah kekuatannya: perusahaan menengah-besar dengan operasi lintas-divisi (mis. produsen yang juga menyewakan alat berat) bisa menjalankan semua di satu sistem. Tapi fleksibilitas ini juga datang dengan harga: setiap modul perlu konfigurasi, banyak workflow tidak preset, dan customization butuh developer Python/XML.

Modul Rental Odoo sendiri tergolong basic — menyediakan kalender booking, manajemen inventaris, dan invoice umum. Tapi tidak ada fitur khas rental Indonesia: packing slip rangkap 2 (catatan barang dibawa & dikembalikan), denda keterlambatan otomatis, kontrak sewa format Indonesia, WhatsApp notif, atau e-Faktur DJP. Untuk mendapatkan ini di Odoo, kamu perlu modul tambahan + customization yang biasanya menambah 30–60 jam developer (Rp 30–60 juta).

Profil ideal Odoo: perusahaan menengah-besar (50+ staff) dengan tim IT in-house, multi-divisi, butuh integrasi lintas-departemen yang dalam, dan punya anggaran implementasi Rp 100–500 juta. Profil ideal MyRental: bisnis rental fokus tunggal, tim 1–20 orang, butuh siap pakai dengan compliance Indonesia bawaan, anggaran software di bawah Rp 10 juta/tahun.

Perbandingan Fitur Detail

12 kategori, 70+ poin perbandingan — semua data berdasarkan dokumentasi resmi Odoo (Mei 2026) dan rilisan fitur MyRental terbaru.

Harga & Total Cost of Ownership

FiturMyRentalOdoo
Harga mulai (bulanan)(Odoo Online ~$31.10/user)Rp 149K/bln~Rp 500K/user/bln
Harga all-in (3 user, fitur lengkap)(4x lebih murah)Rp 374K/blnRp 1,5jt+/bln
Setup / implementation cost(Konsultan 20–100 jam)Rp 0Rp 20–100 juta
Biaya per user tambahanTermasuk paket+Rp 500K/user/bln
Trial gratis14 hari15 hari (Odoo Online)
Harga dalam Rupiah (IDR)(Odoo: USD/EUR)
Tanpa kontrak jangka panjangAnnual billing umum
Storefront online termasuk(Odoo: butuh modul Website +Sales)

Setup & Implementasi

FiturMyRentalOdoo
Waktu setup pertama kali(Plus consultant)5 menit1–3 minggu
Butuh consultant / partner Odoo(Hampir wajib di Indonesia)
Butuh developer untuk customization(Python/XML)
Self-service onboardingTerbatas
Data import dari Excel
Template rental siap pakai(Odoo: konfigurasi manual)
Training tim baru1 jam1–2 minggu

Lokalisasi Indonesia

FiturMyRentalOdoo
Antarmuka Bahasa Indonesia (full)(Banyak label terjemahan kasar)Parsial
Customer support Bahasa IndonesiaVia partner lokal
Support timezone WIBEU timezone (HQ Belgia)
Dokumen PDF format IndonesiaButuh custom template
Format mata uang & tanggal IndonesiaKonfigurasi manual
Nomor WA bisnis di kontrak

Fitur Rental Specific

FiturMyRentalOdoo
Booking calendar dengan deteksi konflik
Periode sewa (jam/hari/minggu/bulan)
Blackout date per itemButuh custom
Bundle / paket sewaModul Sales Pack
Packing slip rangkap 2 (bawa + kembali)(Fitur unik MyRental)
Foto kondisi sebelum/sesudah sewa
Denda keterlambatan otomatis(Odoo: butuh kustomisasi)
Manajemen deposit / jaminanManual entry
Surat perjanjian sewa otomatis (format ID)
Pricelist seasonal (high/peak season)Modul Pricelist

Pajak & Compliance Indonesia

FiturMyRentalOdoo
PPN 11% otomatis (UU HPP 2022)Butuh konfigurasi consultant
PPh 23 / PPh 4(2) untuk pelanggan badanCustom workflow
e-Faktur DJP (CSV/XML siap upload)Modul ID-localization (community)
Bukti potong PPh otomatis
Laporan SPT Masa PPN bulanan
Mode PKP / Non-PKP toggleManual setup
Update otomatis saat regulasi pajak berubahTergantung partner

Pembayaran Lokal

FiturMyRentalOdoo
QRIS (semua e-wallet)(Butuh modul payment custom)
Virtual Account (BCA, Mandiri, BRI, BNI)Butuh integrasi Midtrans/Xendit custom
GoPay / OVO / Dana / ShopeePay
Transfer bank lokal verifikasi otomatisManual reconciliation
Kartu kredit / debit
Stripe / PayPal(Lebih relevan untuk klien internasional)

WhatsApp & Komunikasi

FiturMyRentalOdoo
WhatsApp Managed (zero technical setup)(Odoo: butuh dev 1–2 bulan)+Rp 75K/bln
Pesan dari nomor WA bisnis sendiri
Konfirmasi order otomatis via WACustom integrasi 360Dialog/Twilio
Reminder pickup & return H-1
Notif keterlambatan + denda
Template pesan Bahasa Indonesia
Notifikasi email

CRM & Loyalty

FiturMyRentalOdoo
Database pelanggan + riwayat sewa(Modul CRM)
Customer Tiers (Regular/Silver/Gold/VIP)(Auto-discount per tier)
Diskon otomatis pelanggan setiaManual rule
Program referral built-in(Odoo: butuh modul Referral terpisah)
Notifikasi WA saat naik tier
Lead scoring otomatisModul CRM Enterprise

Inventory & Booking

FiturMyRentalOdoo
Inventory tracking real-time
Multi-kategori (kamera, tenda, sound, mobil)
Multi-warehouse / lokasi(Modul Inventory)Paket Scale
Storefront subdomain custom (nama.myrental.id)
Booking page publik tanpa codingModul Website (kompleks)
Mobile POS termasukModul POS terpisah
Barcode / QR scan

Multi-User & Permission

FiturMyRentalOdoo
Multi-user dengan role management
Audit log aktivitas timModul Enterprise
Access control granular per fitur
Login 2FA
Biaya per user tambahanTermasuk+Rp 500K/user/bln

AI & Automation

FiturMyRentalOdoo
AI Insight Bisnis (lead scoring)(Differentiator MyRental)
Saran harga berbasis utilitas (AI)
Forecast permintaan musiman (AI)Modul Forecasting umum
Otomasi alur (no-code)Modul Studio (Enterprise)
Rekomendasi item populer

Support & Maintenance

FiturMyRentalOdoo
Update fitur otomatis (zero downtime)Tergantung self-host
Backup harian otomatisSelf-host: manual
Customer support Bahasa IndonesiaVia partner berbayar
Dokumentasi Bahasa IndonesiaSebagian besar Inggris
Komunitas user lokal IndonesiaKomunitas global
SLA enterprisePaket ScaleOdoo Enterprise

Kapan Pilih Odoo, Kapan Pilih MyRental?

Pilih MyRental jika...

  • • Bisnis fokus tunggal: rental kamera, sound, mobil, alat berat, camping, pesta, dll
  • • Tim 1–20 orang, tidak punya IT in-house
  • • Butuh launch dalam hari yang sama (setup 5 menit)
  • • Sudah PKP atau berencana — butuh PPN 11% & e-Faktur otomatis
  • • Komunikasi pelanggan utama via WhatsApp
  • • Terima pembayaran QRIS / VA / e-wallet / transfer bank lokal
  • • Butuh dokumen format Indonesia (kontrak, kuitansi, packing slip)
  • • Anggaran software < Rp 10 juta/tahun
  • • Mau pakai AI Insight + Customer Tiers + Referral tanpa setup tambahan
  • • Tidak mau pusing maintenance server / consultant

Pilih Odoo jika...

  • • Bisnis multi-divisi: rental + retail + manufaktur + jasa
  • • 50+ staff dengan tim IT (developer + DBA) in-house
  • • Butuh integrasi mendalam dengan akuntansi, HR, project, manufacturing
  • • Sudah punya ekosistem Odoo (anak perusahaan pakai Odoo)
  • • Anggaran implementasi Rp 100–500 juta tersedia
  • • Workflow kompleks lintas-departemen yang butuh kustomisasi mendalam
  • • Butuh data on-premise (compliance khusus / sektor regulasi)
  • • Tim siap training 1–2 minggu untuk setiap modul

Migrasi dari Odoo ke MyRental

Rata-rata selesai 2–5 hari kerja. Tidak butuh developer atau partner Odoo. Tim MyRental bantu gratis untuk paket Growth ke atas.

  1. 1
    Export data dari Odoo. Buka menu Settings → Technical → Export atau gunakan modul Studio. Pilih tabel Customers, Products, Sales Orders, dan Invoices. Format CSV atau XLSX. Untuk pelanggan dengan riwayat panjang, ekspor terpisah per tahun.
  2. 2
    Mapping kolom. Tim MyRental memberi template mapping (Odoo column → MyRental column). Beberapa field standar (nama, telepon, alamat, item, harga sewa) auto-match. Field custom dipetakan manual.
  3. 3
    Dry-run di sandbox. Import test ke akun sandbox. Verifikasi 10–20 record sample untuk pastikan data benar (foto item, harga sewa, deposit). Bila ada anomali, koreksi mapping.
  4. 4
    Bulk import production.Untuk <500 item: hitungan menit. 1.000+ item: 1–2 jam. Tim MyRental supervisi proses.
  5. 5
    Training tim. 2 sesi @1 jam: workflow harian (booking, cetak dokumen, terima pembayaran, follow-up WA) + workflow pajak (PPN/PPh, e-Faktur). Setelahnya tim siap operasi mandiri.
  6. 6
    Archive Odoo (opsional). Pertahankan akun Odoo read-only 1–3 bulan untuk verifikasi laporan keuangan tahun berjalan. Setelahnya, cabut langganan.

Studi Kasus: Rental Kamera Jakarta Switch dari Odoo

Skenario tipikal — angka berdasarkan rata-rata mitra MyRental

Profil bisnis: Rental kamera & lighting di Jakarta Selatan, 4 staff (1 owner, 2 admin, 1 teknisi), 180 item (kamera mirrorless, lensa, lighting, tripod, monitor). Sudah PKP, omzet ~Rp 80 juta/bulan.

Pengalaman dengan Odoo: Onboard Odoo Online akhir 2024. Biaya: 3 user × $31.10 = ~Rp 1,5 juta/bln. Implementasi via partner Odoo Indonesia: 35 jam (Rp 35 juta) untuk setup modul Rental + Sales + Inventory + akuntansi dasar. Setelah 8 bulan, tim mengeluh: cetak packing slip butuh 4 langkah manual, reminder WA dikerjakan via copy-paste dari template di catatan, denda keterlambatan dihitung manual oleh admin, dan e-Faktur DJP diekspor manual ke aplikasi DJP setiap bulan.

Migrasi ke MyRental: Total 4 hari kerja. Hari 1: export 180 item + 850 customer dari Odoo. Hari 2: mapping + dry-run sandbox. Hari 3: bulk import production + training admin. Hari 4: training owner + verifikasi 2 minggu pertama operasi paralel.

Hasil bulan 1 setelah switch:

  • Biaya bulanan turun dari Rp 1,5 juta+ ke Rp 374K (saving 75%)
  • Waktu cetak dokumen turun ~70% (dari ~3 menit/order ke ~1 menit) berkat packing slip rangkap 2 otomatis
  • Reminder pickup & return H-1 otomatis lewat WhatsApp Managed — keterlambatan return turun dari 18% ke 6%
  • Denda keterlambatan dihitung otomatis sistem; pendapatan denda naik Rp 1,2 juta/bln (sebelumnya banyak yang terlewat dicatat)
  • e-Faktur DJP ekspor 1 klik per bulan; admin hemat ~6 jam/bulan
  • ROI tercapai bulan pertama (penghematan biaya saja sudah Rp 1,1 juta/bln)

Catatan: skenario hipotetis berbasis rata-rata feedback mitra rental kamera UMKM yang berpindah dari ERP general ke MyRental. Hasil aktual bisa berbeda tergantung volume order dan kebiasaan operasional.

Fitur MyRental yang Tidak Ada di Odoo Rental Out-of-the-Box

Setiap fitur ini sudah preset untuk workflow rental Indonesia — di Odoo butuh consultant + developer untuk bangun setara.

Pertanyaan Seputar MyRental vs Odoo

Apa perbedaan paling mendasar antara MyRental dan Odoo untuk bisnis rental?

Odoo adalah ERP open-source dari Belgia dengan 30+ modul (akuntansi, HR, manufaktur, CRM, dan modul Rental sebagai add-on). Modul Rental Odoo masih tergolong basic — hanya menyediakan kalender booking, inventaris, dan invoice umum. MyRental adalah platform 100% spesialis bisnis rental Indonesia: setiap fitur (packing slip rangkap 2, denda keterlambatan otomatis, kontrak sewa format Indonesia, periode sewa & blackout, customer tiers, AI Insight) dirancang khusus untuk workflow rental. Odoo cocok untuk perusahaan menengah-besar dengan tim IT in-house yang butuh ERP terintegrasi lintas-divisi. MyRental cocok untuk UMKM rental yang ingin langsung beroperasi tanpa consultant, tanpa custom development, dan dengan compliance pajak Indonesia (PPN/PPh DJP) bawaan.

Berapa biaya total Odoo untuk bisnis rental skala kecil-menengah di Indonesia?

Untuk bisnis rental dengan 3 user (Odoo Online plan, ~$31.10/user/bln × 3 user × 12 bln) biaya langganan saja sudah ~Rp 18 juta/tahun. Plus biaya implementasi awal: konsultan/partner Odoo Indonesia rata-rata Rp 1–2 juta/jam dengan kebutuhan 20–40 jam untuk setup dasar (Rp 20–80 juta one-time). Bila butuh customization fitur khas rental (packing slip, denda otomatis, integrasi WhatsApp, e-Faktur DJP), tambah 30–60 jam developer (Rp 30–60 juta). Total tahun pertama realistis: Rp 50–150 juta. Tahun kedua dst: Rp 18–25 juta untuk langganan + maintenance. Bandingkan dengan MyRental Rp 374K/bln × 12 = Rp 4,5 juta/tahun (paket Growth + WhatsApp Managed) dengan setup 5 menit gratis. Penghematan 3 tahun: Rp 80–180 juta.

Apakah Odoo punya integrasi WhatsApp dan QRIS untuk pasar Indonesia?

Tidak secara native. Odoo HQ di Belgia dan tidak menyediakan integrasi WhatsApp Business API atau QRIS bawaan. Untuk WhatsApp, kamu perlu beli modul third-party (community/komersial) atau bangun integrasi custom via 360Dialog/Twilio/Wati — butuh developer dan setup 1–2 bulan, biaya Rp 15–40 juta sekali plus biaya per pesan ke gateway. Untuk QRIS, tidak ada modul resmi; kamu harus integrasi manual dengan Midtrans/Xendit/Doku via REST API, juga butuh developer. MyRental sudah include QRIS, Virtual Account, dan e-wallet bawaan, plus WhatsApp Managed (+Rp 75K/bln) di mana tim MyRental yang setup gateway WA-nya — zero technical setup untuk mitra.

Apakah Odoo bisa otomatisasi PPN 11% dan e-Faktur DJP?

Bisa, tapi butuh konfigurasi melalui partner Odoo Indonesia atau modul community 'l10n_id'. PPN 11% (sesuai UU HPP 2022) tidak ada by default — kamu harus setup tax rules manual atau install modul localization. e-Faktur DJP butuh modul tambahan untuk export CSV/XML kompatibel; kebanyakan partner mengenakan biaya implementasi Rp 5–15 juta untuk setup pajak. Bukti potong PPh 23/4(2) hampir selalu butuh kustomisasi. Update otomatis saat regulasi pajak berubah (mis. tarif PPN naik) tergantung partner kamu — bisa jadi billable hours tambahan. MyRental punya Pajak Otomatis bawaan: PPN 11%, PPh 23/4(2), bukti potong, mode PKP/Non-PKP toggle, dan rekap SPT Masa siap lapor — semua include tanpa biaya tambahan, dan tim MyRental yang menjaga compliance saat regulasi DJP berubah.

Kapan Odoo terlalu rumit untuk bisnis rental?

Odoo umumnya over-engineered untuk bisnis rental dengan karakteristik berikut: (a) tim ≤20 staff tanpa IT in-house, (b) hanya menjalankan rental (bukan multi-bisnis rental + manufaktur + retail), (c) butuh launch dalam 1–2 minggu bukan 1–3 bulan, (d) budget IT/software <Rp 50 juta/tahun, (e) tidak punya bandwidth untuk training tim 1–2 minggu, (f) butuh fitur khas rental Indonesia (packing slip, denda, WA notif, e-Faktur). Untuk profil seperti ini, biaya consultant + developer + langganan multi-user Odoo akan 4–10x lebih mahal dari MyRental dengan fitur rental yang lebih lengkap di luar kotak.

Untuk siapa Odoo memang menjadi pilihan yang tepat?

Odoo menjadi pilihan tepat ketika: (a) bisnis kamu multi-divisi (rental + retail + manufaktur + jasa), (b) sudah memiliki tim IT in-house (minimal 1 dev + 1 admin), (c) butuh integrasi mendalam dengan modul lain seperti Accounting, HR, Project, atau Manufacturing, (d) skala 50+ user dan ekspansi ke beberapa anak perusahaan, (e) workflow kompleks antar-departemen yang butuh kustomisasi mendalam, (f) anggaran implementasi Rp 100–500 juta. Dalam skenario ini, fleksibilitas Odoo terbayar. Tapi untuk fokus rental murni di Indonesia, MyRental tetap lebih efisien karena fitur khas rental sudah preset.

Bagaimana cara migrasi data dari Odoo ke MyRental?

Migrasi terdiri dari 4 langkah: (1) Export data Odoo via menu Settings → Technical → Export atau modul Studio: customers, products/items, sales orders, dan invoices ke CSV/XLSX. (2) Tim MyRental memberi template mapping (kolom Odoo → kolom MyRental) dan akan melakukan dry-run dulu di sandbox. (3) Bulk import lewat dashboard MyRental — biasanya selesai dalam beberapa menit untuk <500 item, atau 1–2 jam untuk 1.000+ item. (4) Training tim 1–2 sesi (total ~2 jam) untuk workflow harian. Total waktu migrasi rata-rata 2–5 hari kerja, gratis untuk paket Growth ke atas. Tidak butuh developer atau consultant Odoo. Data finansial historis (untuk laporan pajak tahun berjalan) bisa di-archive sebagai PDF/CSV; data baru di MyRental sudah include PPN/PPh otomatis sejak hari pertama.

Apakah MyRental punya storefront online seperti modul Website Odoo?

Ya. MyRental include storefront subdomain custom (contoh: namabisnis.myrental.id) di paket Growth ke atas — tanpa biaya tambahan, tanpa coding. Storefront menampilkan katalog item, stok real-time, kalender ketersediaan, dan checkout terintegrasi QRIS/VA/e-wallet. Di Odoo, ini butuh modul Website + eCommerce + Sales (Rp 31/user/bln tambahan untuk Enterprise) plus konfigurasi tema, payment gateway custom Indonesia, dan biasanya 20–40 jam developer untuk membuat storefront yang nyaman. Custom domain (mis. www.bisnisku.com) tersedia di paket MyRental Scale.

Apakah ada studi kasus bisnis rental yang switch dari Odoo ke MyRental?

Skenario tipikal yang sering ditemui: rental kamera & lighting di Jakarta dengan 4 staff dan 180 item. Setelah 8 bulan menggunakan Odoo Online (3 user × $31.10 + Rp 35 juta biaya implementasi awal), tim merasa workflow harian (cetak packing slip, kirim reminder WA, tagih denda) butuh 4–5 langkah manual dibanding 1 klik. Migrasi ke MyRental memakan waktu 4 hari — export 180 item & 850 customer dari Odoo, mapping ulang ke MyRental, training 2 jam. Hasil: biaya bulanan turun dari Rp 1,5jt+/bln ke Rp 374K/bln, waktu cetak dokumen turun ~70%, dan compliance PPN/PPh otomatis (sebelumnya dikerjakan manual oleh staf admin). ROI tercapai bulan pertama.

Bisakah saya self-host MyRental seperti Odoo Community?

Tidak. MyRental adalah SaaS (Software-as-a-Service) — kami yang menjalankan infrastruktur, update, dan backup di server Indonesia. Filosofi kami: bisnis rental harus fokus jualan, bukan mengelola server. Untuk yang butuh kontrol penuh atas data on-premise, Odoo Community memang menyediakan opsi self-host gratis, tapi kamu menanggung biaya: server (Rp 1–3 juta/bln), DevOps engineer (Rp 8–15 juta/bln), backup, security patching, dan maintenance versi. Total cost of ownership self-host Odoo realistis Rp 150–300 juta/tahun untuk operasional yang aman. Bagi 95% bisnis rental, SaaS jauh lebih hemat dan reliable.

Bagaimana cara coba MyRental tanpa risiko?

Daftar di myrental.id/register dengan email — trial 14 hari gratis paket Growth, tidak perlu kartu kredit. Setup awal selesai dalam <5 menit (input nama bisnis, kategori item, nomor WA). Selama trial kamu bisa: import inventaris, buat order test, kirim invoice/kontrak PDF, terima pembayaran QRIS test mode, dan mengaktifkan storefront subdomain. Tim support Bahasa Indonesia siap bantu via WhatsApp 09:00–22:00 WIB. Bila tidak cocok, akun otomatis non-aktif tanpa charge. Bila lanjut, mulai Rp 149K/bln (paket Lite) atau Rp 299K/bln (paket Growth dengan storefront + multi-user).

Coba MyRental Gratis 14 Hari

Tanpa kartu kredit. Tanpa consultant. Setup 5 menit — semua fitur Growth aktif: WhatsApp, QRIS, PPN/PPh otomatis, storefront, AI Insight, dan customer tiers.

Mulai Trial Gratis

Mulai Rp 149.000/bulan setelah trial. Cancel kapan saja.